Strategi Draft Pick ala Tim Esports Profesional
Strategi Draft Pick ala Tim Esports Profesional

Strategi Draft Pick ala Tim Esports Profesional - Halo Sobat lapanetiere! Draft pick adalah fondasi kemenangan sebelum game dimulai. Tim profesional tidak asal memilih hero yang sedang meta—mereka memilih berdasarkan skenario pertempuran, kombinasi skill, dan rencana game yang sudah dirancang. Di level kompetitif, draft yang kuat bisa memenangkan game bahkan sebelum creep pertama muncul.

Dalam artikel ini, kita akan membongkar logika di balik draft ala tim pro, sambil mengkritisi asumsi umum yang keliru seperti “asal ambil comfort heroes pasti aman” atau “yang penting damage banyak.”


1. Prioritas Utama: Memilih Win Condition, Bukan Memilih Hero

Pemain publik sering menentukan draft berdasarkan hero favorit. Tim pro melakukan sebaliknya:

**Pertanyaan pertama mereka bukan “pakai hero apa?”

Tetapi: “kita mau menang lewat cara apa?”**

Contoh win condition:

  • Teamfight mid-late game
  • Siege turret dengan poke
  • Pick-off cepat
  • Scaling marksman
  • Snowball jungler agresif

Setelah win condition jelas, barulah hero dipilih untuk mendukung blueprint tersebut.

Mengapa ini penting?

Tanpa blueprint, pemain hanya mengambil hero individual bagus tetapi gagal bekerja sebagai satu kesatuan.


2. Memastikan Komposisi Tim Punya Empat Unsur Utama

Tim profesional hampir selalu memastikan draft mereka punya empat komponen ini:

1) Frontline (Tank/Fighter)

Tanpa frontline solid, damage dealer tidak bisa bekerja.

2) Engage atau Disengage yang Jelas

Komposisi tanpa inisiasi → tidak bisa mulai war.
Komposisi tanpa disengage → tidak bisa kabur dari war buruk.

3) Damage Jelas (Physical + Magic)

Full physical? Lawan tinggal beli armor.
Full magic? Lawan tinggal beli Athena.

4) Scaling atau Anti-Scaling

Jika pihakmu memilih carry late game, harus ada rencana mempertahankan early.
Jika ingin snowball cepat, hindari hero yang butuh waktu panjang.

Pemain publik sering lupa salah satu dari empat ini, lalu menyalahkan “tim tidak bisa war.”


3. First Pick = Prioritas Paling Stabil, Bukan Hero Tersakit

First pick bukan untuk mengambil hero paling mematikan; tim pro memilih hero paling aman dan fleksibel, seperti:

  • Yu Zhong
  • Fredrinn
  • Valentina
  • Arlott
  • Grock
  • Mathilda

Alasannya:

  1. Hero fleksibel sulit di-counter.
  2. Lawan tidak bisa langsung membongkar strategi tim.
  3. Hero ini cocok di banyak komposisi.

Kalau first pick kamu memilih hero fragile seperti marksman, kamu baru saja membuka celah counter-draft besar untuk musuh.


4. Rotasi Ban: Bukan Sekadar Menghapus Hero Kuat

Ban ala tim pro dilakukan berdasarkan:

1) Target ban komposisi musuh

Jika musuh cerdas dengan assassin, ban Fanny/Haya.
Jika mereka mengandalkan poke, ban Angela/Valir/Pharsa.

2) Ban untuk memblok strategi makro

Contoh: ban hero high-mobility jika musuh suka split push.

3) Ban untuk menghilangkan hard counter rencana sendiri

Kalau mau bermain tank jungler, ban Karrie.
Kalau mau main dive, ban Diggie.

Intinya: ban bukan “siapa yang menyebalkan,”

tetapi “siapa yang membongkar win condition kita.”


5. Counter Pick Bukan Hanya Lawan Hero-nya, Tapi Perannya

Contoh kesalahan umum:
“Musuh pick Ling, aku pick hero yang bisa nge-lock Ling.”

Padahal tim pro mempertimbangkan:

Ling = win condition musuh → hancurkan strukturnya, bukan sekadar heronya

Caranya:

  • Ambil tank dengan punish area besar (Khufra, Baxia).
  • Pilih mid yang bisa zoning vertikal (Yve).
  • Pilih gold lane yang self-peel (Melissa).

Yang mereka counter bukan karakter, tapi gaya permainan musuh.


6. Mengutamakan Hero Fleksibel untuk Mengacaukan Draft Lawan

Hero fleksibel memungkinkan tim pro menunda pengungkapan rencana.
Misalnya:

  • Grock → bisa tank, exp lane, bahkan jungler
  • Arlott → bisa exp atau jungler
  • Chou → bisa tank atau roamer
  • Kadita → bisa mid atau roamer

Ini membuat musuh salah membaca arah draft.

Pemain publik sering melakukan kebalikannya:

Mengungkap semua role terlalu cepat sehingga musuh bisa melakukan hard counter dengan mudah.


7. Menyusun Combo Chain yang Nyata, Bukan Kombo Fantasi

Banyak pemain suka bilang:
“Atlas + Pharsa auto win!”

Masalahnya:

  • Hero ini butuh posisi ideal.
  • Damage Pharsa bisa di-block flicker.
  • Atlas butuh follow-up tepat.

Tim pro hanya mengambil combo yang:

  • realistis terjadi di in-game,
  • mudah dieksekusi,
  • tidak membutuhkan koordinasi tingkat tinggi.

Contoh combo realistis:

  • Grock wall → Melissa DPS
  • Tigreal flicker → Beatrix Nibiru
  • Khufra knock-up → Yve Real World Manipulation
  • Guinevere engage → Valentina follow-up

8. Memastikan Draft Tidak Bergantung pada Satu Hero

Komposisi ala tim pro selalu punya dua sumber damage, bukan satu.
Kalau hanya mengandalkan marksman dan dia mati, teamfight langsung kalah total.

Mereka memastikan:

  • Ada damage mage yang bisa output 50% war
  • Ada damage marksman atau jungler scaling
  • Ada utility yang memperkuat keduanya

Komposisi satu sumber damage = resiko tinggi di ranked.


9. Last Pick = Hard Counter atau Win Condition Pengunci

Last pick adalah senjata pamungkas.

Tim pro memanfaatkan last pick untuk:

  • Mengambil hero yang paling menghancurkan formasi musuh
  • Menyalakan win condition yang tidak bisa dibalas

Contoh last pick efektif:

  • Lapu-lapu untuk meng-counter range tinggi
  • Benedetta untuk mengacaukan sidelane
  • Helcurt untuk mematikan mage channeling
  • Melissa untuk counter dive
  • Hayabusa untuk backline rapuh

Last pick adalah kesempatan emas, bukan hadiah hiburan.


Kesimpulan: Draft Profesional Bukan Tentang Hero Kuat, Tapi Tentang Keteraturan Strategi

Draft ala tim esports profesional dibangun dengan prinsip:

  • Menetapkan win condition sejak awal
  • Menyusun komposisi yang lengkap (frontline, engage, damage, scaling)
  • Ban berdasarkan rencana, bukan emosi
  • Mengambil hero fleksibel untuk menyulitkan musuh
  • Counter pick berdasarkan gaya main, bukan nama hero
  • Eksekusi combo chain realistis
  • Menghindari draft yang hanya bergantung satu damage dealer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *